Kamis, 26 Juni 2014

Tulisan Softskil 7 (semester 6)


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengucapkan terimakasih pada bank swasta yang telah memberikan informasi pada Bank Mandiri agar segera memblokir kartu ATM nasabahnya.
"Mandiri enggak dihack, tapi bank swasta. Kita juga terima kasih pada bank swasta atas informasi itu. Karena, pas dapat info itu, dengan cepat Mandiri langsung memblokir ribuan kartu ATM dan menindaklanjuti informasi itu," ujar Dahlan di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/5).
Selain itu, mantan Dirut PLN ini meminta agar Bank Mandiri terus memperkuat sistem keamanannya. Hal itu diminta Dahlan terkait maraknya pembobolan kartu ATM yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab
"Saya minta agar Bank Mandiri terus belajar dan belajar, sistem keamanannya harus lebih diperkuat lagi," tandas pria berkacamata ini.(chi/jpnn)

Opini :
Menyikapi berita diatas, memang seharusnya setiap bank memiliki kemanan yang kuat. Kejahatan pada bank sudah makin banyak tidak hanya mesin ATM saja yang bisa dibobol kartu ATM pun sudah bisa dibobol. Sedangkan ATM adalah cara pintas masyarakat untuk mengambil uang ketika ada keperluan mendadak tidak harus datang ke bank terlebih dahulu untuk mengambil uang. Maka dari itu setiap bank harus mempunyai keamanan yang kuat agar tidak merugikan bank dan para nasabahnya.




Tulisan Softskil 6 (semester 6)


Pakar Keamanan Informasi dan Teknologi, Rikki Dewangga mengatakan ancaman penyalahgunaan data di perbankan baru-baru ini tidak tertutup kemungkinan dilakukan oleh jaringan sindikat kriminal internasional. Jaringan itu memanfaatkan kelemahan kartu ATM/debit yang saat ini masih menggunakan magnetic dan bukan berbasis chips seperti yang telah terjadi di bank-bank luar negeri.
“Kepolisian harus mengusut tuntas jaringan sindikat tersebut,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/5).
Menurut Rikki, apa yang terjadi belakangan ini tidak dapat dikategorikan sebagai pembobolan bank, karena keamanan data bank masih terjaga. "Ini merupakan aksi kriminal yang memanfaatkan skimmer. Semua bank mengalami hal yang sama," kata dia.
Dikatakan, semua bank yang masih menggunakan kartu ATM berbasis magnetik dalam posisi rentan untuk di-skimming dan diambil data-data yang tersimpan di magnet tersebut. Untuk itu dia menganjurkan agar mesin-mesin ATM secara rutin dilakukan pengecekan agar ada tidaknya alat skimmer yang sengaja dipasang oleh pelaku kriminal dapat terdeteksi.
Rikki memuji langkah preventif yang dilakukan Bank Mandiri untuk mengamankan data nasabah. Lebih lanjut dia mengatakan, alat skimmer yang digunakan oleh penjahat dapat dibeli secara bebas di internet dan inilah yang membuat aksi kejahatan dapat dilakukan dimanapun.
"Skimmer berbeda dengan EDC yang tidak dijual bebas," ujarnya. Oleh karena itu, Rikki menganjurkan agar kartu ATM segera diganti dengan bentuk chips agar keamanan lebih maksimal.
Sementara Citi Country Officer Indonesia Tigor Siahaan mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia yang member batas waktu pergantian kartu magnetic ke chips mulai 1 Januari 2016. Dia menjelaskan, mulai 1 Januari 2016, seluruh transaksi perbankan baik melalui ATM atau kartu kredit sudah harus menggunakan chip.
"Mulai awal Januari 2016 semua transaksi ATM menggunakan 6 digit pin. Ini agak sedikit celah karena begitu 1 Januari 2016, semua melalui pin tapi mesin di ATM masih menerima magnetik, Celah satu tahun ini bisa diambil penjahat skimming data dengan mengambil angka dari ATM. Bagaimana minimalisir potensi ini sudah dibicarakan," kata dia kepada wartawan di Jakarta. (Fat/jpnn)
Opini :
Kejahatan terhadap bank sudah mulai merajarela, tidak hanya mesin ATM aja yang dapat dibobol ternyata data-data terhadap pemegang atm atau debit bisa dibobol juga. Oleh karena itu keamanan bank harus lebih diperketat lagi demi kenyamanan dan keamanan para nasabah, kalau kemanan nya tidak terjamin bisa – bisa para nasabah tidak akan mau menabung dan menjadi nasabah bank lagi.

Tulisan Softskil 5 (semester 6)


Masyarakat RI Masih Keliru Soal Produk Syariah


Populasi muslim di Indonesia sebanyak 206 juta orang merupakan yang terbanyak di dunia. Namun porsi industri keuangan syariah di Indonesia terbilang masih sangat kecil. Upaya sosialisasi produk syariah di Tanah Air harus digenjot dalam upaya meningkatkan peran industri keuangan syariah.

"Porsi industri keuangan syariah masih kecil," ungkap Anggota Komsi XI DPR, Nusron Wahid ketika ditemui dalam acara seminar bertajuk Islamic Finance Conference 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/11/2013).

Nursron menjelaskan, persoalan industri keuangan syariah berasal dari tingkat kesadaran pasar maupun konsumen yang belum tinggi, tak optimalnya dukungan infrastruktur, serta dana masyarakat yang tak termobilisasi.

"Dengan kejadian seperti itu, kami harap industri keuangan syariah diharapkan masih terus tumbuh dan berkembang," tegasnya.

Dari catatan Nusron, nilai kapitalisasi perbankan syariah di Indonesia baru mencapai Rp 2.763 triliun, atau masih belum mencapai titik yang optimal.

Dari sisi produk, pelaku industri juga tak memiliki keberanian dan kemampuan menghilangkan anggapan keliru masyarakat yang menilai syariah sama dengan konvensional.

Upaya peningkatan penetrasi produk syariah nasional bisa diperbaiki dengan meningkatkan kapasitas masyarakat (capacity building), sumber daya manusia (SDM) yang lebih transparan, dan pelayanan efektif serta efisien.

Di sisi legislasi, DPR berjanji akan mengambil peran dengan membangun interkoneksi yang ada di industri keuangan syariah, seperti menyusun regulasi, sosialisasi pembangunan interkoneksi, pengawalan program dan penjaminan.(Dis/Shd) (Shd)

Opini :
Produk yang dimiliki oleh suatu bank itu sangat penting bagi masyarakat, karna itu merupakan salah satu daya tarik suatu bank untuk menarik masyarakat menjasi nasabah bakn tersebut. Kalau masyarakat saja masih keliru dengan produk yang dimiliki oleh bank, bagaimana masyarakan akan tertarik dengan bank tersebut.

Tulisan Softskil 4 (semester 6)


Pertumbuhan rekening perbankan syariah mencapai 40% pada 2013. Kontribusi terbesar masih berasal dari rekening tabungan yang mencapai 12,7 juta rekening.

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edy Setiadi mengatakan, meski tumbuh tinggi, namun jumlah rekening tabungan dan pembiayaan syariah baru mencapai 16 juta. Oleh karena itu, perbankan syariah di Indonesia masih memiliki potensisangatbesar.

"Penetrasi rekening tabungan ada 12,7 juta, itu tumbuh 17% dari 10,8 juta. Sedang rekening pembiayaan 3 jutaan, naik 40%, jadi total 16 juta. Tapi tetap nominal tersebut kecil," ujar Edy pada Dialog Ekonomi Syariah 'Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global' di Hotel Sofyan, Jakarta,Kamis(6/3/2014).

Meski demikian, dia menyatakan  secara total, jumlah dana pihak ketiga (DPK) pada perbankan syariah terhitung cukup besar. "DPK yang masuk secara volume besar-besar karena ada transfer dari orang-orang di kota ke orang-orang di desa," lanjutnya.

Walau begitu, Edy yakin pertumbuhan keuangan syariah pada tahun ini akan terkoreksi. Hal itu dipicu dari pertumbuhan ekonomi melambat.
"Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dulu bisa 40%-50%, namun tahun lalu rendah karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di 2013, meski 2014 akan terkoreksi. Tapi kalau kami  lihat secara global, perbankan adalah suatu andalan dalam perekonomian, karena porsinya bisa mencapai 90% dibanding lembaga keuangan lain," tandasnya.

Opini :
Maju atau tidaknya suatu perusahaan bank bisa dilihat dari jumlah rekening yang terdapat pada bank tersebut, karena itu akan menyatakan apa bank tersebut masih layak atau tidak untuk beroperasi. Itu juga yang memicu masyarakat untuk memilih bank yang tepat untuk menabung uangnya dilihat dari latar belakang bakn tersebut.



Tulisan Softskil 3 (semester 6)


MOBILE BANKING
Perbankan di Indonesia pada masa sekarang ini telah mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Mobile banking pada umunya disebut M-Banking yang merupakan sebuah sistem layanan dari sebuah lembaga keuangan seperti Bank untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon seluler. Fasilitas mobile banking adalah sebuah fasilitas dari bank dalam era modern ini yang mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Fasilitas mobile banking ini merupakan fasilitas dalam komunikasi yang bergerak dan diakses melalui telepon selular berbasis GSM. M-Banking digunakan dengan menu yang sudah tersedia di SIM Card yang saat ini menggunakan media Short Message Service. Dalam telepon seluler, kemampuannya mampu bergerak (hal ini disebut dengan mobile) tanpa batas ruang dan waktu, juga memungkinkan manusia untuk berjalan dengan aktivitas yang sedang dijalankan seperti yang diungkapkan oleh Sunarto. Telepon seluler bekerja dengan cara menerima sinyal elektromagnetik dari sebuah pemancar. Pemancar telepon seluler disebut dengan Base Transceiver Station . BTS biasanya diletakan pada tempat tertentu dengan cara irisan-irisan daerah yang disebut cell dan ditandai dengan antena yang dipasang pada daerah tersebut. Jika salah seorang sedang ada yang melakukan perjalanan jarak jauh maka ponsel mereka akan menerima sinyal dari satu BTS ke BTS lainya. Teknologi pada telepon seluler yang digunakan saat ini menggunakan GSM dan CDMA. Perbedaan antara GSM dan CDMA terletak pada bagaimana suara yang dikirimkan dari pengirim ke penerima. Sistem kerja dari jaringan GSM (Global System for Mobile Communications) bekerja dengan mengompresi suara yang masuk ke jaringan GSM ke dalam format digital sehingga mempunyai jaringan yang terkadang bersifat kecil untuk ditangkap dari sebuah telepon seluler jika sedang berada di tempat yang terpencil Setiap pengguna GSM memiliki sebuah SIM Card (Subscriber Identity Module) untuk mendapatkan layanan dari operator GSM.
Telepon seluler merupakan sebuah sistem komunikasi yang sudah dipastikan pada masa sekarang ini dipakai sebagai alat komunikasi yang berguna bagi setiap orang. Dalam sistem perbankan yang memiliki akses M-banking, dimana setiap orang dapat dengan mudah memakai fasilitas seperti transfer dana, informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar uang, pembayaran kartu kredit, telepon, listrik dan asuransi, juga dapat digunakan untuk pembelian isi ulang pulsa. Dalam keunggulan dari M-banking tersebut, dikeluarkan aturan oleh Bank Indonesia mengenai pengelolaan dan manajemen risiko penyelenggaraan kegiatan internet banking (termasuk pada mobile banking) berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 tentang penerapan manajemen Risiko pada aktifitas pelayanan jasa bank melalui sistem internet. Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini pada mobile banking telah menciptakan jenis-jenis dan peluang bisnis yang baru dimana transaksi-transaksi bisnis semakin banyak dilakukan secara elektronik. Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti transaksi melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita. Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perbankan. Bank di Indonesia mulai memasuki dunia maya yaitu mobile banking yang merupakan bentuk layanan perbankan secara elektronik melalui media internet. Mobile banking juga dipergunakan sebagai transaksi perbankan antara pihak bank dan nasabah dengan menggunakan smartphone.Smartphone merupakan sebuah perangkat telepon yang memiliki fitur fasilitas yang menggunakan mobile internet seperti email, chatting, dan fitur aplikasi langsung dari Bank. Banyak konsumen yang menggunakan mobile banking pada telepon selular mereka karena mempermudah mereka dalam memberikan akses informasi yang cepat pada jumlah tabungan dan catatan transaksi. Dalam sistem mobile banking harus ada sistem mekanisme yang dapat menelusuri sistem mobile banking padasmartphone berjalan dengan baik dan lancar saat digunakan oleh nasabah-nasabah bank tersebut.